*+* Flower Heart *+* *+* Flower Heart *+*

Sunday, December 04, 2005

Strong-hold God




Belajar Untuk Percaya
~kesaksian seorang teman dlm pelayanan...~

Yoh 11:14-15 Karena itu Yesus berkata dengan terus
terang: "Lazarus
sudah
mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu,
sebab demikian
lebih
baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya.
Marilah kita pergi
sekarang
kepadanya."

Bukanlah hal yang mudah untuk bersyukur ketika kita
mengalami sebuah
masalah atau keadaan yang sukar dalam hidup ini.
Namun lebih sukar lagi untuk tetap bersyukur ketika
masalah dan
penderitaan
tersebut tidak kunjung berakhir.
Ayub mampu bersyukur ketika ia kehilangan harta dan
semua anak-anaknya.
Bahkan Ayub masih mampu bersyukur saat dirinya ditimpa
penyakit yang
amat
mengerikan itu.
Tetapi Ayub tidak lagi mampu bersyukur saat
penderitaan dasyat yang ia
alami tidak kunjung berakhir.
Pada akhirnya Ayub mulai mengeluh, membela diri dan
menyalahkan Allah
yang
telah bersikap tidak adil terhadapnya.

Bila kita membaca kisah Ayub, seolah-olah sumber
masalah yang dialami
Ayub
berasal dari Iblis dengan seijin Tuhan.
Padahal sebenarnya sumber masalah Ayub bukanlah dari
Iblis namun dari
dirinya sendiri.
Memang benar, Iblislah yang menyebabkan Ayub
kehilangan harta dan
anak-anaknya.
Memang benar, Iblislah yang menimpakan sakit penyakit
pada diri Ayub.
Namun Tuhan mengijinkannya karena ada sesuatu dalam
diri Ayub yang
perlu
dipulihkan/disempurnakan.
Alkitab menulis bahwa Ayub merupakan orang yang saleh
dan hidup takut
akan
Tuhan.
Bahkan Ayub mempersembahkan korban pendamaian untuk
anak-anaknya yang
belum tentu berbuat dosa.
Tetapi Ayub melakukan semua itu bukan karena
pengenalan akan Allah yang
benar sebab pengenalan itu ia miliki hanya mendengar
dari kata orang.
Setelah Tuhan selesai memprosesnya Ayub berkata,
"Hanya dari kata
orang
saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang
mataku sendiri
memandang
Engkau."
Inilah tujuan Tuha n sebenarnya dari semua masalah
yang menimpa Ayub
yaitu
agar Ayub bisa memiliki pengenalan Allah yang benar
sehingga Ayub hidup
saleh bukan karena takut akan hukuman melainkan karena
kasihnya kepada
Tuhan.
Melalui semua kehilangan dan penderitaan yang ia
alami, Ayub telah
belajar
untuk percaya dan mengenal Tuhan lebih dekat.
Kepercayaan Ayub kepada Tuhan bukan lagi dari apa kata
orang namun dari
pengalaman yang ia telah alami.
Saya percaya hal ini juga akan dialami oleh semua
orang percaya dalam
proses pertumbuhan menuju kedewasaan rohani.
Pada akhirnya setiap orang yang telah selesai
mengalami proses
pendewasaan
akan menyadari bahwa sumber masalah sebenarnya adalah
dirinya sendiri.

Pada satu hari Yesus dikabari tentang sakitnya Lazaus,
seorang sahabat
yang
dikasihiNya.
Tetapi bukannya buru-buru mengunjungi untuk mendoakan,
eh malah Yesus
sengaja tinggal lebih lama lagi.
Bukannya sedih karena sahabatnya mati, Yesus malah
bersyukur dengan
ketidakhadirannya itu sebab Ia ingin merek belajar
untuk percaya.
Yesus sengaja tinggal lebih lama beberapa hari sampai
Lazarus sudah
mati
empat hari baru ia tiba di sana.
Secara ilmu medis, orang yang sudah mati empat hari
sudah mulai
membusuk
jadi mustahil untuk bisa hidup lagi.
Namun bagi Allah tidak ada yang mustahil bila kita mau
percaya maka
segala
sesuatu itu mungkin terjadi.
Lazarus yang sudah mati empat hari bangkit dan nama
Tuhan dimuliakan
lewat
mujizat tersebut.

Hal yang wajar, seperti Maria dan Marta kita juga
seringkali ingin
cepat-cepat mengharapkan Tuhan menolong saat kita
mengalami masalah.
Secara natural kita tidak ingin tinggal dalam krisis
sebab hal itu
menyakitkan jiwa kita.
Jujur saja, saya juga tidak suka tinggal dalam krisis
sehingga
seringkali
saya mengharapkan Tuhan segera bertindak agar saya
bisa segera keluar
dari
krisis.
Sama seperti Ayub saya juga pernah membela diri dan
menyalahkan Tuhan
yang
tidak adil karena krisis yang dialami tidak kunjung
berakhir.
Namun pada akhirnya saya menyadari bahwa Tuhan
mengijinkan krisis itu
agar
saya bisa belajar percaya dan mengenalNya dengan
benar.
Lewat krisis tersebut, Tuhan mengajar saya akan arti
kasih yang sejati
dan
hakekat yang sebenarnya dari sebuah pelayanan.

Yesus berkata sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut
Kerajaan Allah
seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke
dalamnya ( Luk 18:17
).
Yang dimaksud Yesus seperti anak kecil adalah dalam
hal
iman/kepercayaan.
Saya sangat suka mengangkat anak-anak kecil dan
melemparkannya keatas.
Anak-anak kecil biasanya sangat senang bila dilempar
keatas dan percaya
saya akan menangkap mereka sebab mereka tahu bahwa
saya mengasihi
mereka.
Iman seperti anak kecil inilah yang Tuhan inginkan ada
dalam diri kita.
Kita percaya bahwa saat Tuhan melempar kita keatas
maka Ia pasti akan
menangkap kita kembali sebab kita tahu bahwa Dia
sangat mengasihi kita.
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit
bergoyang, tetapi
kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan
perjanjian damai-Ku
tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani
engkau ( Yes 54:10
).
Percayalah, percayalah dan percayalah bahwa Tuhan
sangat MENGASIHI ENGKAU

1 Comments:

At 10:37 PM, Blogger buytrafficforblog said...

well written

 

Post a Comment

<< Home